Ø
Pengertian
Rancangan percobaan
Rancangan
percobaan adalah sebuah desain yang menjadi dasar pengambilan data sebuah
penelitian. Kata desain atau rancangan menimbulkan arti bahwa proses
pembuatannya dilakukan dengan sengaja. Peneliti melakukan sebuah minatur lingkungan
yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi ideal dan memenuhi kondisi yang
diharapkan untuk selanjutnya dipelajari perilaku perilaku objek tersebut
·
Penelitian dibagi
menjadi 2, yaitu :
a. Penelitian eksperimental yaitu adanya intervensi atau
perlakuan dari penelitian, baru dampaknya diukur.
Contoh : pengamatan pemberian pupuk dengan adanya
perbedaan jumlah pupuk pada setiap tanaman.
b. Penelitian non-eksperimental yaitu penelitian yang
tidak ada intervensi, hanya mengumpulkan data atau fakta yang ada.
Contoh : pengamatan yang dilakukan setelah menanaman
tanaman tanpa memberi perlakuan apapun.
·
Syarat
Penelitian :
1.
Harus
valid artinya akurat, tepat atau dapat diterima.
2.
Reliabel
: konsisten, hasil yang didapatkan sama dalam percobaan berulang.
·
Metode
penelitian
Metode penilitian adalah adalah langkah yang
dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi
atau data serta melakukan investigasi pada data yang telah didapatkan tersebut.Terdapat
dua langkah yang dilakukan :
1.
Pengambilang
data, diambil dari :
a.
Objek
b.
Bahan
c.
Alat
d.
Cara
Kerja
e.
Rancangan
Percobaan
2.
Analisis
data, terdiri dari 2 :
a.
Analisis
keilmuan
b.
Analisis
statistic
Ø
Validitas
rancangan percobaan :
1.
Validitas
Internal
Validitas
internal berkaitan dengan ketepatan mengidentifikasi variabel eksperimen.
Pertanyaannya adalah apakah perlakuan eksperimen pada studi ini betul-betul
dapat menimbulakn suatu perbedaan yang spesifik. Validitas internal akan
menunjukan variabel terikat benar-benar ditentutkan oleh variabel bebasnya.
2.
Validitas
eksternal
Validitas
ini menanyakan apakah hasil temuan penelitian sudah dapat dianggap
representatif dan dapat dipercaya Dan apakah hasil temuan tersebut dapat
digeneralisasikan terhadap subjek dan kondisi yang sama dengan populasi yang
lebih besar. ? Jika suatu perlakuan dapat diterapkan pada kelas lain yang
memiliki subjek dan kondisi yang sama dengan hasil yang sama, berarti validitas
eksternalnya tinggi. Oleh karena itu, seorang peneliti harus memahami teknik sampling
dan populasi yang baik. Kesalahan dalam menentukan populasi dan sampling akan
menyebabkan kesalahan di dalam penarikan simpulan.
·
Pengumpulan
data, dua cara :
1.
Melalui
percobaan (harus dibangkitkan dulu)
2.
Survey/observasi
(langsung dikumpulkan
Kenapa perlu pengumpulan data?
a.
Untuk
mendapatkan penduga yang tidak berbias. Misal systematic error.
b.
Untuk
meningkatkan presisi kesimpulan.
Ø
Teknik
Sampling
Teknik sampling adalah
teknik yang dilakukan untuk menentukan sampel. Jadi, sebuah penelitian yang
baik haruslah memperhatikan dan menggunakan sebuah teknik dalam menetapkan
sampel yang akan diambil sebagai subjek penelitian.
Ada dua yaitu :
1.
Probability
Sampling adalah teknik sampling yang
memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih
menjadi anggota sampel. Teknik probability Sampling meliputi:
a. Sampling acak (simple random
sampling)
b. Sampling sistematik (systematic
sampling)
c. Sampling terstratifikasi (stratified
sampling)
d. Sampling klaster (cluster sampling)
2. Non-probability Sampling, teknik
ini dinamakan non-probabilitas karena proses pengumpulan sampel tidak
memberikan kesempatan yang sama pada masing-masing individu dalam populasi.
Terdapat empat macam teknik sampling non-probabilitas:
a.
Sampling
berbasis ketersediaan subjek (convenience sampling)
b.
Sampling
bertujuan (purposive sampling)
c.
Sampling
snowball (snowball sampling)
d.
Sampling
kuota (quota sampling)
Untuk lebih jelas mengenai teknik sampling silahkan buka pada link ini http://sosiologis.com/teknik-sampling.
Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar