MINGGU II Rancangan Percobaan

Hasil gambar untuk rancangan percobaan
Rancangan percobaan adalah tata cara penerapan tindakan‐ tindakan dalam suatu percobaan pada kondisi atau lingkungan tertentu yang kemudian menjadi dasar penataan dan metode analisis statistik terhadap data hasilnya.Salah satu aspek utama rancangan percobaan adalah mengenai efisiensi, yaitu melakukan percobaan sehingga menghasilkan informasi yang maksimum dengan biaya seminimum mungkin (diukur dengan jumlah pengamatan, waktu yang digunakan, serta bahan yang digunakan).
·      Prinsip dasar percobaan ada tiga, yaitu:
1.      Ulangan : pengalokasian suatu perlakuan tertentu terhadap beberapa unit percobaan pada kondisi yang seragam. Tujuan :
*      Menduga ragam galat
*      Memperkecil galat
*      Meningkatkan ketelitian
2.      Pengacakan : dimaksudkan agar setiap unit percobaan memiliki peluang yang sama untuk diberi suatu perlakuan. Secara statistik untuk validitas/keabsahan dalam menarik kesimpulan agar kesimpulan yang diambil obyektif.
3.      Pengendalian lingkungan (kontrol lokal) : usaha untuk mengendalikan mengendalikan keragaman keragaman yang muncul akibat keheterogenan keheterogenan kondisi kondisi lingkungan.
·           Istilah dalam rancangan percobaan :
1.     Perlakuan : suatu prosedur prosedur  atau metode yang diterapkan diterapkan pada unit percobaan. Setara dengan taraf dari faktor.
2.     Unit Percobaan Percobaan : unit terkecil terkecil dalam suatu percobaan percobaan yang diberi suatu perlakuan. Unit dimana perlakuan diberikan secara acak.
3.     Satuan Pengamatan Pengamatan : anak gugus dari unit percobaan percobaan, tempat dimana respon perlakuan diukur.
4.     Faktor : peubah bebas yang dicobakan dicobakan dalam percobaan percobaan sebagai sebagai penyusun struktur perlakuan.
5.     Taraf : jenis‐jenis suatu faktor yang dicobakan dicobakan dalam percobaan
·           Klasifikasi rancangan percobaan :
1.      Rancangan  Perlakuan, berkaitan dengan bagaimana perlakuan-perlakuan tersebut dibentuk. Terdapat beberapa macam rancangan perlakuan:
*      Satu faktor dimana perlakuan yang diberikan hanya ada satu faktor.
*      Dua faktor ( Faktorial, Split plot, Split Blok)
*      Tiga Faktor atau lebih ( Faktorial, Split-split plot / petak terbagi bagi, Split-split blok/ blok terpisah-pisah)
2.      Rancangan Lingkungan, berkaitan dengan bagaimana perlakuan-perlakuan ditempatkan pada unit-unit percobaan.
*        Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Biasanya digunakan jika kondisi unit percobaan relative homogeny, umunya percobaan dilakukan di laboraturium. Unit percobaan tidak cukup besar dan jumlah perakuan terbatas, serta sederhana.
*        Rancangan Acak Kelompok (RAK)
Keheterogenan unit percobaan berasal dari satu sumber keragaman, mengatasi kesulitan dalam mempersiapkan unit percobaan dalam jumlah besar. Kelompok yang dibentuk harus merupakan kumpulan dari unit-unit percobaan yang relative homogen sedangkan keragaman antar kelompok diharapkan cukup tinggi.
*        Rancangan Bujur Sangkar (RBS)
Keheterogenan unit percobaan tidak bisa dikendalikan hanya dengan pengelompokkan satu sisi keragaman.
*        Rancangan Lattice
3.      Rancangan Pengukuran, berkaitan dengan bagaimana respon percobaan diambil dari unit-unit percobaan yang diteliti.


Komentar